Komunikasi Efektif 1

Saya pernah ikut materi komunikasi efektif. Diterangkan, bahwa ada beberapa elemen dalam komunikasi efektif. Ada pesan yang disampaikan, penyampai pesan (sender) dan penerima pesan (receiver). komunikasi efektif hanya akan terjadi ketika receiver menerima pesan dengan tepat. bagaimana sender tahu bahwa receiver telah menerima pesan dengan tepat? Sender perlu meminta feedback dari receiver. Jika feedback sesuai yang diharapkan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa receiver menerima pesan dengan tepat. yang ini ada gamesnya. dari forum yang ada dibuat beberapa kelompok. Tugasnya membisikkan pesan dari orang pertama ke orang terakhir. Lalu orang terakhir harus menyebutkan pesannya dengan baik. Yang dapat menyampaikan pesan dengan baik dan cepat dia yang menang. Dan hampir semuanya gagal. Hikmahnya, dalam komunikasi ada banyak penghalangnya. Jadi kalau menyampaikan pesan sebaiknya berhati-hati dan lakukan dengan sejelas mungking. Games berikutnya adalah terkait dengan feedback. Tiap orang berpasang-pasangan. orang pertama cerita, orang kedua tidak memberikan tanggapan. Lalu trainer akan bertanya, enak ga digituin? jawabannya adalah tidak enak. itulah komunikasi kalau tidak nyambung. lalu game dilanjutkan dengan orang kedua bercerita. orang pertama mendengarkan dengan antusias. maka saat itu terjadi komunikasi efektif. Sederhana kan komunikasi efektif?

Sebagai orang dengan kemampuan komunikasi yang buruk, saya senang dengan materi tersebut. Lalu saya mencoba praktek. ternyata, jauh berbeda dengan konsepnya. ada hal-hal detail yang perlu dipelajari. dan hal ini juga perlu dilatih. ada beberapa hal yang perlu anda ketahui.

Contoh game pertama, banyak halangan. dalam organisasi biasanya ada sebuah keputusan dalam rapat. lalu rapat harus menyampaikan kepada anggota yang tidak ikut rapat. biasanya ada miss persepsi. mending kalau cuma itu. ada juga anggota yang ga ikut rapat tapi ga tahu diri. Sok mengkritisi keputusan. Lalu tidak ikut menjalankan keputusan. Apakah terjadi komunikasi efektif? tidak. terus gimana dong?

kalau pembaca yang menghadapi masalah ini, gimana?

Lalu game kedua, kalau sender menyampaikan pesan, lalu receiver tidak memberi respon. apakah terjadi komunikasi efektif? tidak. Masalahnya terkadang receiver melakukan itu karena ia ingin menyampaikan sebuah pesan. Contohnya komunikasi dengan cewek. Ketika mereka tidak memberikan respon apapun, boleh jadi ia sedang nggondok (berat). bagaimana berkomunikasi dengan mbak-mbak yang lagi ngambek ini, sender (pria) perlu belajar cara menghadapinya.

Maka, dari beberapa peristiwa yang telah saya alami, komunikasi efektif perlu latihan dan belajar bagaimana menghadapi hambatan komunikasi.

Kira-kira apa aja ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s