Mengalahkan Ayah

Sebuah pertanyaan polos meluncur dari seorang fansku. Ia masih anak SMP kelas VIII di sebuah SMP Swasta. Saat itu kami sedang berdiskusi. Tiba-tiba meluncur pertanyaan itu.

“Mas, kita kan harus berusaha mengalahkan orang tua kita. Ayahku istrinya tiga. Masak aku nanti harus punya istri empat?”
Teman-temannya pada shock.
Saya juga shock. Lalu, aku mengumpulkan keberanian untuk menjawab. #oposeh. Dan berakhirlah hal itu.

Sekarang aku punya sebuah pertanyaan untuk diriku sendiri. Bagaiamana aku melihat ayahku sendiri. Berikutnya apa yang dapat aku kalahkan darinya? Hafalan qurannya? Hafalan Haditsnya? Jumlah yang buku ke-islaman yang ia baca? atau jumlah istrinya*?

Bagaimana denganmu? apakah kau memiliki memiliki jawaban itu?

Ayahku punya jawaban itu. Ia mengalahkan ayahnya (kakekku) dengan menjadi ayah yang lebih baik bagi anak-anaknya. Sederhana. Tapi aku tahu ini bukan hal yang mudah baginya. Ibuku menceritakannya. Bagaimana ayahku berusaha keras untuk memenuhi komitmennya. Menjadi ayah yang lebih baik dari ayahnya.

Maka, aku juga memutuskan. Aku akan menjadi ayah yang lebih baik dari ayahku.

——————-
*ini hal yang hampir mustahil terjadi. Ibuku tidak akan dapat menerimanya. Haha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s