Lumpur Lapindo Jadi Lumpur Sidoarjo di Jawa Pos

Koran Jawa Pos Hari Senin

Koran Jawa Pos Hari Senin

Hari Senin (29/04/2013) kemarin saya membaca koran. Tapi emang waktu itu malem banget. jadinya ya, ga sempet nulis di sini. Intinya sih, saya melihat perubahan penyebutan. Dari Lumpur Lapindo ke Lumpur Sidoarjo. Ada kesan penghilangan nama Lapindo. Yang adalah nama perusahaan penyebab terjadinya musibah lumpur. Perlu diketahui, perusahaan ini adalah perusahaan grupnya B*kr**. Yang salah satu dari anggota keluarga tersebut mau nyalon Presiden.

Sebenarnya perubahan ini sudah ada. Yaitu pas pertama kali disebutkan TV*n*. Kalo yang ini yang bilang mah, saya ga kaget. Yang punya kan si “itu”. Tapi pas Jawa Pos juga ikut-ikutan. ada tanda tanya dari saya. ada apa? Padahal sebelumnya Jawa Pos tidak melakukan itu pas TV*n* melakukannya. Senang sekali dulu waktu melihat Jawa Pos tidak ikut-ikutan menghapus kata Lapindo. Karena masih ada yang peduli.

Kalo tujuan dari perubahan ini yang saya tangkap adalah sebuah poses Rebranding. Melakukan pembaruan imej perusahaan atau orang. Tujuannya, kelemahan di masa lampau  dapat dilupakan oleh konsumen. Hal ini sangat mudah dilakukan di Indonesia. Karena terutama sekali, orang indonesia ini orang baiknya kebangetan. Gampang lupa dan gampang memaafkan. Sehingga, peristiwa-peristiwa itu bisa tiba-tiba hilang. Contohnya sejarah kekejaman PKI, sudah tidak ada di buku sejarah adik-adik sekolah.

Bukan Lumpur Lapindo Tulisannya

Bukan Lumpur Lapindo Tulisannya

Dan bisa jadi, tujuan dari perubahan nama Lumpur Lapindo jadi Lumpur Sidoarjo adalah untuk itu. Membuat orang Indonesia lupa, lalu menjadikan seorang tokoh sebagai orang suci. Bahkan orang tersebut dengan bangganya mengklaim bahwa masalah ini selesai. Dan 99% masyarakat yang menjadi korban lapindo merasa berterima kasih. padahal jelas sekali ada yang belum dilunasi.

Saya yang tinggal di Surabaya, tiap ke Malang selalu mencium aroma busuk Lumpur Lapindo. Sekarang ditambah berita-berita busuk. Saya ga ngerti jadi apa negara ini kalo si Bakrie beneran jadi Presiden. Saya khawatir justru negara ini jadi tertimbun lumpur. Trus nanti nama negara ini diganti juga. aduh, ga bayangin.

kembali ke topik. Saya melihat media ini sekarang kok ga asyik. Sudah tahu, mereka harapan rakyat. Tapi kenapa demikian. Sudah sedemikian kah kepentingan seseorang dapat mempengruhi idealisme. Menjadi pertanyaan besar, ada apa dengan Jawa Pos?

Isi Berita

Isi Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s