Hari Buruh, Hari Ini

Saya tidak banyak keluar rumah hari ini. Karena masih tersisa pusing dan mual dari yang kemarin. Tapi sore tadi sempat keluar. Beli sesuatu. Di Grahadi ditutup. Ada demo buruh. Saya heran sedikit. Para buruh ini sangat semangat menyuarakan haknya. Saya salut. Tapi kecewa juga, kenapa hak saya sebagai pengguna jalan direnggut. Macet itu membuat pak polisi menutup jalan. Membuat saya dan pengendara lain tidak dapat melintas.

Tapi, saya juga tidak bisa marah. Mereka meminta haknya yang bisa jadi tak terpenuhi. Tapi bisa jadi, mereka menuntut lebih. Terkadang saya berpikir, bisa ga ya kita menuntut hak, tanpa mengambil hak orang lain. seharusnya sih bisa. Kalau menurut anda?

Apa yang dilakukan buruh, bisa jadi sebuah cermin atas sebuah ketidakadilan yang jauh panggang dari api. Bisa jadi cermin, bahwa tingkat syukur dan sabar ini masih kurang. Bisa jadi cermin, bahwa kita tidak dapat hidup sendiri. Kita punya kewajiban dan hak untuk orang lain. Sama-sama membutuhkan.

Pernah ada berita kan? Gara-gara demo buruh terjadi, perusahaan merugi sekian Milyar. Tapi pernah juga dengar kan yang baru di jakarta? Gara-gara UMR mahal, perusahaan pindah lokasi. Jadinya terjadi pengurangan lapangan pekerjaan. Yang rugi buruh. Jadi sebaiknya terjadi saling pengertian. Sama-sama memperhitungkan kebutuhan orang lain. Sama-sama menghormati pihak lain. Termasuk pemerintah yang tarikan pajaknya gede banget.

Overall, hari buruh. Hari, ketika keadilan dirindukan. Hari, ketika cinta dan kasih sayang dibutuhkan. Hari, ketika libur dibutuhkan. Biar yang kerja ga harus kena macet. Sekian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s