Tentangku, Tentang Unas, dan Tentang Indonesia Raya

emm, oke saya mau menulis sesuatu. tulisan ini terinspirasi oleh tulisan ini dan ini.

tulisan pertama adalah terkait kecurangan yang didapati oleh seorang guru yang menjadi pengawas Ujian Nasional. Tulisan kedua adalah terkait pidato lulusan terbaik di sebuah sekolah di Amerika. Tapi keduanya sama-sama menyoroti pendidikan.

jadi bagaimana saya memulai…

oke, saya mulai dari perkenalan. saya seorang mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya. Seorang mantan siswa. pernah curang di UN, pernah jujur di UN. jadi saya tahu rasa dua-duanya. Pernah curang karena dipaksa guru, pernah curang karena kebutuhan sendiri, pernah jujur setelah dapat hidayah. hehe. jadi dalam posisi ini saya meyakinkan diri bahwa saya tidak membuang waktu. tidak terlalu idealis, dan pantas untuk mengatakan hal ini. Ya, saya kira saya orang yang kompeten untuk ngomongin ini.

Oke, saya curang pas SD dan SMP. satunya disuruh guru, satunya kesadaran sendiri. ceileh, kesadaran sendiri…

Pas SD saya mengemban misi bahwa ada banyak temen saya yang masuk SMP negeri. karena dianggap anak yang pintar, gaul, baik, rajin mengaji dan tidak sombong saya harus memberikan contekan ke temen saya. hanya saja, jaman itu dicampur-campur. satu kelas berisi beberapa orang siswa dari sekolah yang berbeda. jadi hanya saya dan dua temen saya yang berada di kelas yang sama. dan itu berjauhan. tapi kami tetep bisa melakukan kecurangan. hasilnya, saya masuk negeri dua temen saya tidak. karena emang ga bisa contohan plek.

Pas SMP, waktu UNAS saya tidak dapat misi apapun. tapi kesadaran sendiri (atau mungkin kebodohan dan keminderan sendiri) saya dan teman-teman sepakat contekan. ini unas yang rada gila. kami bebas meski ada pengawas. pada ujian bahasa inggris saya nyontoh plek temen saya. matematika gantian saya yang dicontoh. dan hasilnya kami banyak yang masuk negeri. tapi saya termasuk yang dapet SMA negeri yang terbaik.

Kesimpulan saya: kecurangan ini ada pengaruhnya meski tidak besar. tapi apakah saya setuju dengan adanya kecurangan UNAS? tidak, saya tidak setuju. mengapa?

sebelum menjawab pertanyaan di atas, saya akan kisahkan masa SMA saya. masa yang sangat menyenangkan. sampai saatnya Unas. terutama di kelas tiga, banyak try out dsb. pernah tidur pas try out, bangun-bangun udah selesai. dikerjain temen ternyata.

lalu sering rapat memikirkan cara curang terbaik. saya ikut, meskipun dari awal saya ga mau ikutan curang. gilanya saya juga nyumbang ide. entah apa yang ada di pikiran saya waktu itu. sangat terasa rasa gusar, takut, dan gelisah saat itu. takut tidak lulus, takut begini dan begitu. padahal yo ga belajar. aneh nian.. dan teringat saat istigosah. saya yang sempet jadi pemimpin doa berdoa, “Ya Allah, berilah yang terbaik buat kami. kalau yang terbaik adalah kami lulus, maka luluskanlah.”

“aamiin!” jawab temen saya serempak

“tapi jika yang terbaik adalah tidak lulus, ya gapapa ya Allah..”

“…”kurang terdengar kata-kata “aamiin” di belakang saya. dan terasa senggolan temen saya dari belakang. hehe.

Singkat kata kami ujian. mendebarkan. beberapa mata pelajaran gampang banget. setengah jam selesai. tapi beberapa sulit banget. hingga kami khawatir pada apa yang akan terjadi pada kami. saya tetap pada pendirian saya. tidak nyontek, ga ikut pake joki. temen saya khawatir. di belakang dan sebelah-sebelah, menyenggol saya, mau memberikan jawaban. tapi dengan senyum saya bilang. “gapopo kok rek. aku bisa.” padahal dalam hati, waduh, sulit-sulit ternyata. lulus ga ya? insyaAllah lulus lah. dengan penuh kekhawatiran saya berpikir dan berdoa dalam hati. penuh kekhusyu’an.

Ketika keluar ruang ujian, temen-temen mengerubungi saya.”kamu beneran bisa ta?” saya jawab,”alhamdulillah bisa kok.” sambil memberi senyuman termanis dari saya. walau dalam hati khawatir juga. lalu ujian selesai. semua temen sujud syukur. lalu berdoa bersama di lapangan. saya ikut aja. ga ngerti apa yang mereka lakukan. dan itu belum pasti lulus. tapi ya, setidaknya mereka melakukan hal baik hari itu. disamping hal lain yang mereka lakukan.

Hari itu saya paham sesuatu. saya dan teman-teman saya adalah generasi penerus. tapi kami adalah generasi penakut. takut menghadapi masa depan. tapi tak mau juga melakukan persiapan. Kami terlalu takut dengan apa yang kami miliki.

Singkat cerita, alhamdulillah. kami lulus semua. tapi sesungguhnya kami gagal dalam satu hal. gagal untuk percaya terhadap diri sendiri. dan Tuhan kami.
ketika saya membaca tulisan oh, UN itu begini? ada beberapa komentar yang menunjukkan kegagalan ini. ada yang mengatakan, apa salahnya ketika melakukan kecurangan itu? toh tidak merugikan siapapun. Ada juga yang bertanya, seandainya penulis memiliki anak yang mengalami hal itu, tentu ia ingin anaknya lulus, apapun kondisinya.

Pertama, benarkah kecurangan itu tidak merugikan siapapun?

kita lanjut ke bagian dua.

3 thoughts on “Tentangku, Tentang Unas, dan Tentang Indonesia Raya

  1. It’s okelah kalo gak lulis unas buat sma. Buat masuk ptn modalnya cuna lulus unas doang kan. berapapun nilainya gak bakal diperhitungkan asalkan lulus. cz di ptn pasti memprioritaskan SNMPTN. Menurut pengalaman, nilai unas just big hoax. ga bakal dipake dan diagung2kan pas jadi mahasiswa… Yang kedua, nilai unas gak jamin bakal masuk surga kan…. Poses itu lebih penting dari nilai… Nice post😀

  2. It’s okelah kalo gak lulis unas buat sma. Buat masuk ptn modalnya cuna lulus unas doang kan. berapapun nilainya gak bakal diperhitungkan asalkan lulus. cz di ptn pasti memprioritaskan SNMPTN. Menurut pengalaman, nilai unas just big hoax. ga bakal dipake dan diagung2kan pas jadi mahasiswa… Yang kedua, nilai unas gak jamin bakal masuk surga kan…. Poses itu lebih penting dari nilai… Soal kecurangan, nilai yang kita dapet dari hasil curang ntar tetep kena hisab dan dipertanggungjawabkan di akherat #kasihjempol

    Nice post😀

    • sekarang nilai unas buat masuk ptn lewat SNMPTN Undangan lo…
      iya ni, kecurangan ntar dihisab… waduh… bersiap2… moga diampuni…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s