Sebenarnya Menulis lebih Asyik

Itu kalo dibandingin sama bicara. tapi ini bagi saya. bagi orang yang tertutup, ngomong irit, sekali keluar nylekit. Jadi menulis lebih asyik. Karena ketika bicara, akan selalu terikat dengan momentum. sekali keluar ga bakal bisa ditarik. kalaupun ditarik, belum tentu bakal langsung terdelete dari ingatan pendengar. jadi kalo yang keluar dari mulut ini kata-kata nylekit, ya …. sudah…saya doakan yang denger dapat maafin dengan ikhlas. semoga yang ngomong jadi semakin bijak dalam berkata-kata (doa untuk diri sendiri).

Ibarat menulis, pendengar adalah kertas yang kita tulisi. kalo salah di-stipo/tipe x, dihapus. dan semuanya meninggalkan bekas. Tapi pada tulisan, penulis dapat memilih, apakah menyerahkan pada pembaca, atau menyimpan dalam lubuk hati yang terdalam. jadi dapat diperhalus dan disesuaikan konteks. dan menulis dapat membantu orang-orang seperti saya untuk lebih mengontrol kata-kata yang keluar. atau setidaknya menjadi lebih bijak karena memaksa saya berpikir sebelum bertindak.

Menulis juga membedakan sebuah zaman. antara pra sejarah dan zaman sejarah. sehebat apapun seorang orator, dia bukan siapa-siapa kalau tidak ada yang menuliskannya. Meskipun saat ini ada youtube dll yang menampilkan rekaman, kata-kata, ekspresi dsb. Tetep aja butuh subtitle kalo kita ngga ngerti bahasanya. jadi, tulisan menang lagi. hehe.

Kalau dalam islam, menulis dapat mengikat ilmu. makanya banyak guru, dosen, mewajibkan siswa atau mahasiswa menulis dalam tugas-tugasnya. beberapa dosen ekstrim menyuruh mahasiswanya menulis dengan tangan. (yaiyalah nulis pake tangan, masak pake mata). maksudnya mengharamkan menggunakan ketikan atau print-print-an. Supaya apa, supaya tugasnya beneran masuk dalam pikiran. selain biar ga copy paste.

Menulis juga bisa ngurangi beban. menumpahkan semua yang ada dalam pikiran. kalo nulis sendiri, ga akan dianggep gila. mentok banci. itu juga kalo ketahuan. la kalo ngomong sendiri. apalagi keras-keras pasti dibilang gila. kalo curhat ke temen, ga semua bisa jaga rahasia. kalo ngomong ke pacar, ga semua orang pacaran.

yah, tulis-tulis-tulis

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s