Love Cooking with Finna by WEBS FEB UA

Kemarin mengikuti seminar Love Cooking with Finna. Di Brosur sih ada tulisan tentang memulai usaha kreatif. Tapi berhubung saya telat, sepertinya sudah lewat. (Nasib manusia telatan). Sehingga saya kebagian tentang presentasi company profilenya Finna. Sumpah mbosenin. Soalnya saya memang tidak begitu ngerti Finna itu apa. Dan tidak ada juga keinginan untuk tahu.

Tapi, rugi dong kalo saya tidak mencoba mengejar ilmu yang bermanfaat. Jadinya, saya berusaha cari-cari denger apa yang dapat saya ambil dari penjelasan pak sapa ya kemarin. Manajer produksinya kalo ga salah. Jadi beliau menerangkan prestasi Finna, bagaimana ia berproduksi. Nilai yang dimiliki perusahaan, bagaimana detail produk. Terutama dalam usaha kuliner. Btw, tahu bedanya bisnis dan usaha? Kapan-kapan ya. Hhe. Jadi beberapa detail menarik yang saya dapat adalah:

Terkait Produksi untuk Ekspor

Ini info untuk pemula lo ya. Yang udah ekspert silahkan nambahi. Jadi untuk dapat melakukan ekspor, ada standarnya sendiri. Standar yang paling disepakati bersama namanya iso. Cuma iso yang berapa saya kurang tahu. Kalo pembaca niat buat ekspor, silahkan cari tahu. Intinya, produk yang kita miliki haruslah sesuai dengan ISO yang diminta. Detail ini sangat diperlukan. Jika tidak, anda tidak akan dipakai lagi. Dan ada denda menanti untuk anda. Jadi kalau anda merasa tidak sanggup memenuhi standar permintaan klien luar negeri anda. Tolak saja, atau anda berusaha mencari dan menemukan produsen yang mampu melakukannya. Tapi biasanya, produsen seperti ini juga kewalahan dengan pesanan dari luar negeri.

Terkait Kemasan Produk

Produk murah bukanlah produk yang paling diminati. Produk bagus juga tidak dapat dijadikan modal utama. Buatlah kemasan produk yang bagus. Jika ingin produk anda dibeli. Dari kuliah Perilaku Konsumen yang saya dapat di hari pertama, adalah informasi tentang sikap konsumen. Bagaimana ia memutuskan untuk membeli suatu produk. Dan yang pertama adalah penampilan. Kalau mau ekspor, buatlah kemasan yang indah sekalian.

Terkait Produk yang Aman

Produk yang aman tidak hanya ditentukan dari prosesnya. Kita juga harus berhati-hati. Jika di Indonesia makanan aman adalah yang tidak mengandung formalin, borak, pewarna kain(yang biasanya di saus tomat yang warnanya merah menjijikkan pada penjual bakso yang didorong), dsb. Untuk negara lain, juga akan memperhatikan komposisi. Contohnya tepung terigu. Tepung terigu adalah salah satu bahan alergen. Maksudnya dapat menimbulkan alegi. Dan ada penduduk di negara lain yang tidak boleh makan bahan dari tepung terigu. Bisa mati mereka! Makanya harus dicantumkan secara jelas. Udang, juga merupakan alergen.

Terkait kejujuran

Jujurlah. Pada setiap yang anda lakukan. Jika anda menulis komposisi produk anda dari udang, maka buatlah dari udang. Jangan dari zat kimia pembuat rasa udang. Atau dari air rendaman udang. –“. Ingat, indonesia ini sudah terkenal koruptor. Jangan sampai ditambah pembohong dan sebagainya.

Ya, itu saja mungkin yang dapat saya sampaikan. Menu acara berikutnya adalah demo memasak produk finna. Ntah tadi itu goreng apa. Karena saya sudah tidak tertarik dan jam sudah masuk waktu dhuhur, saya memilih sholat dulu. Dan berakhirlah kisah hari ini. Sekian. Makasih buat teman-teman WEBS sebagai penyelenggara.

sayang ga ada fotonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s