Mario Teguh The Golden Ways: Capek Deh!!!

Capek Deh! Ketika kenyataan tidak sesuai harapan. Capek Deh! Ketika ada seseorang yang kita bantu terus tidak mau tahu. Capek Deh! Ketika kita menemui hal yang terus-terusan sama. Capek Deh! Ketika beban dalam diri, terus menumpuk tanpa teratasi. Capek Deh! Ketika bertemu orang yang sok tahu. Capek Deh! Ketika kita terus-terusan berkata capek.

Mau Mati karena Capek? Capek Deh!!!

Mau Mati karena Capek? Capek Deh!!!

Sejujurnya, saya tidak dapat feel acara hari ini. Mungkin karena saya juga, capek deh. Dengan masalah yang sama. Dengan perubahan yang tak kunjung tiba. Dengan air yang tidak mengalir. Dengan beban yang terus bertumpuk. Dengan tuntutan yang bertambah. Dengan usaha yang seolah tiada hasil. Intinya, capek dalam melihat kenyataan.

Saya menganggap acara ini adalah hiburan tersendiri. Mengingatkan saya akan setiap buku yang telah saya baca. Nasehat yang saya dengar. Seminar dan kuliah yang saya hadiri. Dan sms semangat dari teman-teman yang saya terima. Semuanya sudah pernah saya dapat.

Bagaimana jika anda bosan dengan diri anda sendiri? Ingin berubah seperti orang yang anda kagumi? Cara paling gampang tentu saja meniru idola kita. Jawaban teman SMP saya. Ditambahkan oleh Bapak Mario Teguh, tentunya tidak sekedar meniru. Melakukan modifikasi karena kita berbeda. Tetap sesuaikan dengan ciri anda sebenarnya. Pastinya setiap orang memiliki kelemahan dan kelebihan. Mari berusaha mengenal kekurangan kita, untuk memperbaikinya. Dan mengenal kekuatan kita, untuk menunjukkan pada dunia, anda ada. Dan layak berada di dunia ini. “Tuhan tidak menciptakan manusia  dengan kecacatan. Tidak menciptakan kita dengan kualitas rendah. Tidak menciptakan kita dalam keadaan KW2 (sambil nunjuk mas Mongol dari Stand Up Comedy, hha. parah).” Kata Pak Mario Teguh.

Pahamilah diri kita. Dan cintailah diri kita. Agar orang lain juga mencintai  kita karenanya.

“Jangan menyerah dengan masalah yang anda hadapi. Nilailah diri anda sesuai dengan yang anda citakan. Sesuai harapan besar anda.”

Pada dasarnya, setiap orang menghadapi masalah untuk berproses. Masalah adalah ujian. Dan ujian digunakan agar kapasitas seseorang meningkat. Sebelum kita naik kelas, kita harus diuji dulu. Layakkah kita mencapai tingkatan yang anda inginkan. Sehingga kita dapat pahami bersama. Bahwa setiap masalah yang kita dapat saat ini, adalah masalah yang kecil. Karena setiap orang besar sudah melampaui ujian tersebut. Dan kita akan menyusulnya segera. Mari hadapi dengan berani. Hmm, hha. Saya jadi tertawa untuk diri saya sendiri. Yang gagal melampaui ujian besar di depan mata. Bodoh sekali saya ini! Tapi hidup terus berlanjut. Selanjutnya saya tidak akan gagal!

Lalu, bagaimana ketika kita bosan menghadapi orang-orang dengan masalah sama? Kita sebenarnya boleh jadi bukan karena bosan. Tapi kita memiliki ketakutan dalam diri kita. Takut bahwa masalah-masalah tersebut mempengaruhi kita. Membuat kita larut juga dalam masalah itu.

Mari menjadi bunga Teratai, yang tetap indah walaupun air disekelilingnya kotor.” Tidak perlu takut akan kotor. Tapi harusnya kita menjadi lebih optimis. Bahwa akan ada teratai-teratai baru di sekitar kita. Yang membuat sekitar kita menjadi lebih indah karenanya.

Jika kita sudah mengenal sumber, capek deh dalam diri. Saatnya mengenal orang yang paling membosankan di dunia. Yaitu, orang yang bosan dengan dirinya sendiri. Biasanya orang seperti ini seperti kehilangan harapan. Mari membantu mereka dengan banyak berkata “Oh!? Ternyata bisa ya. Oh!? Kamu hebat ya.” Dengan berkata begini, akan tumbuh kepercayaan dirinya. Dapat membantu dia untuk menemukan hal berkesan dari dirinya. Bukan berkata. “oalah… ternyata…” yang akan membuat orang tersebut, drop. Tapi faktanya saya menemukan bahwa, ada orang yang ketika disepelekan justru memberi reaksi yang luar biasa. Tapi boleh jadi karena ada orang yang menyemangatinya. Dan ia percaya pada hal tersebut. Sedangkan pada yang meremehkan, dia tidak peduli. Boleh jadi demikian.

Bagaimana jika kitalah yang bosan dengan diri kita sendiri? Saya lupa jawabannya apa. Hhe, gapapa ya. Kalo ga salah, lakukan saja hal yang membuat kita itu bosan dengan sepenuh hati. Sampai kebosanan itu bosan bersama kita. Hingga suatu hari kita akan menemukan hal menarik darinya. Membuat kita senang dengannya. Dan selalu merasa ada yang baru darinya.

Dan terakhir, bagaimana memilih pendamping hidup yang dapat membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik?
Kalau anda laki-laki, pilihlah wanita ferrari. Bukan pesolek, ga perlu tempelan macem-macem, tidak aneh-aneh. Tapi membantu anda menjadi laki-laki yang berharga diri tinggi. Pilihlah wanita yang dapat memudahkan anda menuju surga. Yaitu wanita Sholehah dalam bahasa Islam. Wanita yang taat beragama secara umum. “Seorang wanita terindah adalah yang dapat mendekatkan engkau pada Surga.”

 Sedangkan jika anda wanita, pilihlah laki-laki yang sholeh dan taat beragama. Karena laki-laki seperti ini dapat menghargai anda seutuhnya.

Video Mario Teguh: Capek Deh!!!

2 thoughts on “Mario Teguh The Golden Ways: Capek Deh!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s