Tulisan, Pengikat Sejarah Manusia

Sejarah dimulai ketika ditemukannya tulisan. Sebelum ada tulisan disebut pra-sejarah. Tulisan menjadi batasan sebuah zaman sejarah dan pra-sejarah. Saking pentingnya tulisan ini, Rasulullah menyuruh sahabatnya untuk menulis Al-Quran dan perkataan beliau apapun media nya. Mulai dari kulit, batu, pohon, dan media-media yang merepotkan. Padahal yang saya ketahui, Rasulullah Muhammad SAW adalah Rasul yang ummi. Maksudnya tidak dapat baca tulis. (tapi pinter menghafal).

Menulis itu Sulit, Sesulit menghapus jejak Tulisan itu!

Tulisan adalah awal Kesuksesan. Bukan hanya kesuksesan satu orang, tapi banyak orang

Seorang mentor Karisma Lanjutan saya waktu SMA pernah mengatakan. Sejarah peradaban manusia itu panjang. Dibentuk dari kumpulan titik-titik yang sangat banyak. Dan titik-titik itu adalah individu tiap manusia. Kita ada dalam salah satunya. Dan diantara titik-titik itu ada yang titiknya berwarna, lebih jelas daripada titik-titik yang lain, atau bahkan mewarnai titik-titik yang lain. Titik-titik yang berwarna, umumnya menjadi inspirasi di sekitarnya. Titik-titik yang berbeda ini adalah individu yang menginspirasi. Yang memberikan kontribusi lebih bagi orang-orang disekitarnya. Bahkan yang sama sekali tidak mengenal mereka. Dan sudah seharusnya kita membuat titik kita berwarna, dan mewarnai titik-titik lainnya. Tentunya dengan warna agama Islam.

Apa yang disampaikan mentor saya itu masih saya ingat. Saya tulis lewat sms, dan saya sebarkan kepada teman yang lain. Lewat tulisan kecil ini, ternyata sudah dapat memberi warna lebih di sekolah. Hal itu membuat saya lebih senang lagi membaca, menulis lagi lewat sms, menyebarkannya lagi. Belajar mewarnai titik-titik kecil yang lain. Dengan warna yang paling menginspirasi. Tentunya warna yang islami. Warna celupan Ilahi.

Sejarah yang dimulai dari tulisan, mecatat tulisan itu sendiri. Betapa banyak orang yang terinspirasi oleh tulisan. Yang membuat seseorang dapat memiliki sebuah persepi. Ataupun melakukan sesuatu. Apakah itu hal baik atau hal buruk. Tulisan Adam Smith menjadikan ia ahli Ekonomi. Dianggap sebagai bapak ekonom dunia. Yang baru-baru ini disesali banyak ahli ekonomi saat ini. Karena ada Ibnu Khaldun yang tulisannya lebih bagus, lengkap, dan detail.

Lalu saat ini dapat kita lihat fenomena yang terjadi. Pada contoh FPI yang menjadi bulan-bulanan media. Dianggap sebagai peneror kelas Nasional, pencinta kekerasan dan lain sebagainya. Tanpa diceritakan secara lengkap runtutan masalahnya. Tulisan-tulisan dari media itu membuat beberapa pihak yang tidak lebih baik (menurut saya), merasa mendapat angin segar. Mereka melakukan demo, mendesak pemerintah, untuk membubarkan FPI. Padahal mereka tidak lebih baik. Tapi kenapa yang dijelekkan adalah FPI saja? Ya karena kebanyakan tulisan dan berita memojokkan FPI. Not the Others. (jadi inget kampanye walikota surabaya, :-D)

Ini adalah bukti sahih dari pengaruh tulisan. Mencatat setiap detail sejarah manusia. Dari masa ke masa. Suatu saat nanti, kepingan tulisan berisi sejarah ini akan dibaca generasi berikutnya. Untuk mengambil pelajaran agar tidak terjebak di lubang yang sama. Agar terjadi akselarasi inovasi dan perbaikan yang berkelanjutan. Tulisan mengikat kita dengan masa sebelumnya. Yang membuat kesinambungan informasi dapat terjaga.

Mari belajar menulis. Belajar menginspirasi sekitar kita. Menyebarkan warna terindah. Menginspirasi hati yang manusia. Bersama berjalan menuju surga.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s