Misi Lain dari Terpilihnya Bu Sri Mulyani Menjadi Petinggi World Bank

*”Entah ini rahmad atau musibah, yang penting saya berprasangka baik kepada ALLah SWT.”

Adalah kalimat yang disampaikan keluarga muslim yang baik dalam cerita yang disampaikan oleh mas Salim A. Fillah. Kalimat itu disampaikan dalam acara “Surga”, Seminar untuk Putra Bangsa. Kalimat ini menjadi tren sementara dalam kalangan Aktivis Dakwah Sekolah.

Dan mendengar berita diangkatnya Bu Sri Mulyani menjadi Managing Director (bener ga nie tulisannya?- -a), saya teringat kembali dengan kalimat tersebut.

“Entah ini Rahmad atau Musibah, yang penting saya berprasangka baik kepada Allah SWT.”
Mungkin ada yang tidak setuju dengan kepergian Bu Sri Mulyani. Dan saya termasuk di dalamnya. Catat baik- baik.

Ada juga yang bergembira, bangga, bersyukur, dan lain sebagainya. Dan kecuali bangga, saya termasuk di dalamnya. Catat baik-baik lagi ya.

Kenapa saya tidak setuju tapi bergembira dan bersyukur?

Karena saya merasa tekakan yang diberikan kepada Bu Sri Mulyani agak kelewatan. Seolah Bu Sri Mulyani adalah aktris(karena cewek) yang paling bersalah. Tapi kalau menurut saya, yang seharusnya lebih disorot adalah Presidennya. Gimana-gimana kan yang paling bertanggung jawab beliau. Orang dia yang paling tinggi tanggung jawabnya.

Kalo di suatu sekolah ada yang ga lulus, kira-kira yang disalahin siapa? Kepala Sekolah kan?
Kalo di suatu kelas ga bisa diatur, kira-kira yang silahin siapa? Ketua kelas kan?
La kok enak sekali presiden bilang “saya tidak ada sangkut pautnya.” Yah walaupun akhirnya dengan sangat terlambat (pahlawan kesingan, red.) Presiden mengaku bertanggung jawab.

Itu alasan saya merasa berbahagia. Kasihan bu Sri.

La terus? Alasan tidak setujumu itu apa? Apa karena kasus Century?

Bukan. Bukan itu kok. Kasus Century mah ga bakalan selesai. Ga niat gitu kok. Jadi, kalo ada yang teriak-teriak Bu Sri harus tetap di Indonesia untuk menjalani kasus Century, bagi saya itu OMONG KOSONG. Dari Kemarin kemana aja? Kok ga segera diurus? Misbakun yang L/C nya udah jelas2 diakui gagal bayar (dan masih tetap nyicil sampe sekarang), aja udah dipermasalahkan. La kok kasus Intinya terbengkalai? Apa maksudnya itu?

Saya tidak setuju karena hal lain.

Temen-temen tahu fenomena “Brain Drain”?

Yaitu pengambilan orang-orang pintar dari negara berkembang untuk dipekerjakan di negara maju. Tentu saja untuk lebih memajukan negara maju dan mengurangi peluang negara berkembang untuk mengejar mereka.

Bagi saya, Bu Sri Mulyani adalah salah satu putri bangsa yang termasuk hebat. Sayang kalau diberikan orang luar. Karena di Indonesia ini masih banyak yang mesti dikembangkan. Dan Bu Sri akan lebih bermanfaat jika ada di Indonesia. Bukan perkara mudah untuk mencari pengganti Bu Sri yang setara.
Sedangkan jika beliau di Luar, maka saya jadi bertanya-tanya, selain kebanggan, apa yang didapat masyarakat Indonesia?

Apakah dipermudah hutangnya? Atau malah di record off? Saya masih belum bisa menangkap keuntungan yang akan kita dapat. Kecuali kita kehilangan salah satu orang yang berjasa dalam membangun perekonomian Indonesia, dengan segala kelebihan dan kekurangannya dan rahmad Allah SWT tentunya.

Saya pikir, manfaat yang kita dapat lebih kecil dari yang kita hilangkan…
Entahlah. Yang pasti semoga sukses Bu Sri…
Wallahu’alam Bish Showab..

”Entah ini rahmad atau musibah, yang penting saya berprasangka baik kepada ALLah SWT.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s