Zaman dan Manusia

Pasti kita sering dengar:
“Sekarang, zaman sudah semakin edan!”
Ada pertanyaan besar di benak ana.
“Kita dibentuk zaman atau kita(manusia) yang menciptakan zaman?”
Peradaban adalah tergantung yang membentuknya. Dan pembentuk peradaban itu manusia. Bukan kita yang dibentuk peradaban. Jika kita melihat sejarah manusia, manusialah yang membentuk zaman atau peradaban. Ketika Nabi Muhammad SAW lahir, keadaan dunia kacau. Edan kalau orang sekarang bilang.
Namun, satu hal yang kita tahu. Nabi Muhammad SAW tidak mengikuti zaman yang ada. Nabi Muhammad SAW justru mengawali zaman baru. Membentuk zaman yang terang dari kegelapan.
Kita harus menyadari, bahwa manusia lah yang menciptakan zaman. Dan manusia itu harusnya berfikir maju. Menciptakan inovasi untuk kehidupan yang lebih baik. Bukan pada pengurangan kualitas hidup. Jadi, jika kita mengkuti zaman yang negatif, sudah saatnya kita bertanya pada diri sendiri.
“Apakah diri kita ini manusia beneran?”
Manusia diciptakan Allah SWT dengan akal. Yang membuat kita menjadi “makhluk” yang istimewa. Dan tentunya kita juga memiliki beban yang istimewa. Yaitu menjadi Khalifah atau pemimpin di dunia ini. Sebagai pemimpin, kita harus senantiasa menjaga bumi ini.
Menjaganya dari sesuatu yang merusak. Bukan malah ikut-ikutan merusak. Zaman edan terjadi karena orangnya edan. Saatnya kita sadar bahwa kita adalah pembentuk zaman. Dan utamanya PEMUDA, kita adalah AGEN PERUBAHAN.
Mulailah berbenah. Kita punya tanggung jawab untuk mengubah zaman ini menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s