Masalah Seharusnya Membuat Kita Makin Dewasa

Semakin kita sering bertemu masalah, semakin sering kita belajar mengatasinya. Pikiran kita akan semakin matang.

Otak kita adalah “Kreasi” Allah Swt yang unik. Semakin sering dipake semakin, semakin hebat pula otak kita. Kalau pisau, diasah dulu baru dipake. Kalo otak, dipake aja terus, supaya bisa dipake lagi. Jadi, “teori” sperti judul di atas sangat benar.

Tapi kenapa ya, sering kita saksikan orang bunuh diri karena banyak masalah?

Tidak ada yang tahu pasti. Karena seharusnya tidak begitu.

Yang saya tahu, masalah selalu menunggu untuk di selesaikan. Dan seperti manusia, masalah tidak suka menunggu. Dia ingin segera diperhatikan. Jika tidak, dia bisa lepas kendali. Tumbuh dan menggerogoti kita seperti kanker. Jika stadiumnya sampe lanjut, maka bahaya di depan mata. Jadi berhati-hatilah.

Ada masalah yang memang berat dan membebani. Ada juga masalah yang ringan, tapi akan terasa berat juga jika tidak diselesaikan. Karena tidak diselesaikan inilah, masalah justru menjadi “racun” dalam diri manusia. Hingga ia tidak menjadi makin sehat, tetapi hancur  karena masalah.

S. Covey memiliki analogi bagus tentang masalah.

Pada saat dia sedang memberi pelatihan, S. Covey bertanya.

“Menurut anda berapa berat air dalam gelas ini?” sambil menunjuk air  dalam gelas yang kira-kira berisi 250 ml.

“Mungkin hanya 250 gram. Tidak berat,” sambil mengangkat gelas itu.” Namun, jika saya mengangkat gelas ini selama sehari penuh, maka anda harus memanggil ambulans untuk menolong saya.”

Seperti itulah masalah. Tidak terlalu berat terkadang. Tapi menuntut penyelesaian. Anda tidak harus terus menanggung beban itu. Tapi anda harus memiliki saat untuk istirahat. Mengumpulkan energi untuk mengangkatnya lagi. Dengan begitu, anda benar-benar bisa semakin dewasa dalam menghadapi masalah. Anda bisa menyelesaikannya dengan baik. Dan anda tidak harus merusak tubuh anda untuk mengatasi masalah itu.

Maaf jika banyak kekurangan.

2 thoughts on “Masalah Seharusnya Membuat Kita Makin Dewasa

  1. aku salut ma kamu broo,meskipun penjelsan kamu cukup singkat,tapi jika kita cermati sangat mengandung banyak makna,ma kasih sebelumnya,abiss aku binggung,masak udah gede masih berfikiran kayak nak kecil yang selalu takut di tinggalin ma orang yang kita sayangi.kali lagi makasih atas postingannya.salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s