PETASAN By Teens Club

Dimulai dari Filosofi PETASAN versi saya ya. Petasan itu tidak langsung meledak ketika dinyalakan. baru setelah dinyalakan sumbunya, ditunggu beberapa saat. dan BOOM. Meledak dan bikin orang terkaget-kaget. Kalo momennya pas dan emang ditunggu-tunggu, maka orang-orang di sekitarnya juga akan ikut senang.

Yang paling mendasar dari petasan adalah potensi di dalamnya. maksud saya, setiap petasan punya potensi membuat ledakan. tapi petasan tidak dapat menyalakan dirinya sendiri. jadi harus ada yang “memaksa” si petasan untuk meledak.

Bagi saya, Acara Petasan kemarin memiliki filosofi PETASAN ini juga. Acara yang digagas oleh TEENS CLUB ini diikuti oleh orang-orang yang memiliki potensi untuk maju. Terbukti dari banyaknya impian yang mereka miliki. Dan keberanian mereka untuk berbicara tentang impian mereka. Subahanallah. ga banyak yang dapat melakukan hal tersebut.

Peserta PETASAN

Peserta sudah memiliki potensi dalam diri mereka untuk meledak. Sekarang, mari sedikit berkenalan dengan “PEMANTIK” dari acara kemarin. Teens Club menghadirkan pembicara dari Surabaya. Namun berkuliah di Depok di Universitas Indonesia. Sekarang aktif sebagai Sekjen HIPMI Universitas Indonesia. Founder Depok Tea. Dan Gubernur Jawa Timur 2035. yang terakhir aamiin. Beliau bernama Muhammad Baharudin Jusuf.

Bagaimana jalannya Acara kemarin?

Acara resmi dibuka pada jam 08.15 WIB. Tempatnya di Masjid Nuruzzaman Kampus B Universitas Airlangga, biasa disebut Unair. Acara dibuka oleh MC yang bersekolah di SMAN 2 Surabaya. Beliau adalah teman dari ketua Panitia PETASAN yang juga sebagai ketua SKI SMAN 2 Surabaya, Abdullah Musabbih. Abdullah mengucapkan terima kasih atas kehadirannya. Dan berharap acara ini dapat memberikan manfaat kepada peserta.

Setelah itu, ada Sambutan dan perkenalan Teens Club dari Firdaus Al Fidai, Presiden Teens Club. Acara langsung hidup begitu diisi oleh sang Presiden. Pembawaan Presiden Teens Club ini memang selalu bersemangat. Ada gairah dan semangat di setiap kata-kata yang disampaikannya. Dan dengan suara yang lantang dan tegas, membuat pagi hari di Masjid Nuruzzaman terlihat hidup.

Presiden TC dan Ketua Panitia

Presiden TC(baju Coklat) dan ketua Panitia

Presiden Teens Club menyampaikan bahwa Teens Club adalah wadah pelajar yang dinamis. penuh gairah di dalamnya. karena diisi oleh pelajar-pelajar yang juga bersemangat. hmm, Pantes aja Pendamping mereka sering kewalahan. Benar-benar wadah pelajar yang dinamis.

Dan akhirnya, tiba pada saat acara ini. Yaitu Motivation Training dari mas Muhammad Baharudin Jusuf. Acara langsung dibuka oleh kompetisi mini yang diadakan masnya.

Muhammad Baharudin Jusuf

Gubernur Jawa Timur 2035

“Siapa yang mau hadiah ini?” tanya Mas Jusuf. Akhirnya ada beberapa peserta yang maju. dan mereka pun mendapat hadiah mereka. Cuma modal maju aja. weleh, itu sih saya juga mau. Lalu mas Jusuf memberikan sedikit BrainStorming kepada peserta. Setelah itu, mas Jusuf memperkenalkan diri. ga main-main lo. pake Video beliau yang di-Upload di You Tube. berisi Visi dan misi beliau. mimpi-mimpi dan harapan beliau. Cocok banget deh sama acaranya yang mengejar Prestasi.

Alif dan mimpinya

Peserta yang didaulat untuk maju ke depan

Secara umum, pembawaan Mas Jusuf dalam acara ini terlihat kalem. Peserta sering-sering diajak untuk menulis dan mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran mereka. bukan tanpa alasan tentunya. ada tujuan yang dikejar oleh Mas Jusuf dalam acara ini. Yaitu membentuk Pola pikir yang tepat untuk mencapai prestasi. Mulai dari memiliki mimpi dan tujuan akhir. lalu belajar mengekspresikannya. kalau acaranya lama, mungkin akan ada detailing dari pembentukan pola pikir tersebut. tapi karena singkat, jadi seperti itu saja.

Diskusi peserta

Peserta sedang Diskusi

Setidaknya, peserta telah memiliki tujuannya. InsyaAllah kami semua berdoa semoga dapat tercapai impian mereka. “terkadang, tahu Tujuan sudah cukup. Untuk jalannya, maka biarkan Allah yang menuntunnya..” :-)

Setelah itu, ada foto bersama. Tapi karena Acaranya Islami, tentunya cowok-cewek dipisah. dan karena saya cowok, jadi ga motret cewek. jadinya saya ga punya foto suasana yang akhwat. nanti liat di blognya TEENS CLUB Saja. atau di Webnya Uswah.

Foto Bersama

Mereka dan Mimpi Mereka

Sekian dulu ya, nantikan acara Teens Club yang selanjutnya!

SO, Don’t miss IT!!!

Ramadhan yang Bikin Deg-deg

Malem ini Malem-1 ramadhan. Besok Tarawih mulai. Seninnya udah dipaksa puasa. Rasanya aneh. Cepet banget sih udah ramadhan. Rasanya seperti ga siap. Jadi inget kalo mau ketemu dengan orang yang istimewa di hati. Pengen. Penasaran. Kepikiran. Jangan-jangan begini, jangan-jangan begitu. Jadi sering ngaca. Udah “oke” ga sih aku ini? Rasanya masih ga pede. Jadi merasa ga siap. Dari kemarin udah siap-siap, masih aja belum siap.

Gimana ga deg-deg-an. Ramadhan menawarkan lailatul qodar. Pintu ampunan. Pahala berlipat-lipat. Latihan softskill plus akhlak mulia, ngalah-ngalahi John Robert Power. Ta’jil dan buka puasa gratis, hhe.

Ramadhan ini selalu bikin bertanya-tanya. Cuma sebulan rek. Iso ga yo maksimal. Bisa tuntas ga kira-kira. Bisa ga nie bikin si Dia terkesan, dalam satu bulan. Biar bulan-bulan berikutnya lebih oke. Mmh,,. Aduh beneran ini ramadhan udah besok?

Siap ga nie tarawih ga bolong. Shaum ++. + Sabar. + sukur. + amanah. + ga gibah. + nambah-nambah ilmu. ++ yang lain. Rasanya kok masih belum siap. Jangan-jangan pas ramadhan datang malah lupa sama persiapan sebelumnya. Jangan-jangan-jangan deh sampe kejadian.

Aduh,, bingung.

Tapi ya, sebagai pria sejati harus siap. Kan kesempatan jadi lebih dekat. Kesempatan tidak datang dua kali ni. Bisa jadi ga bakal ketemu ramadhan lagi besok-besok. Berjuang semaksimal mungkin. Harus perfect! Biar Dia tambah sayang. Biar Dia makin cinta. Udah banyak melakukan kesalahan. Si Dia udah buka pintu lebar-lebar buat aku. Tidak boleh disia-siakan.

Aku akan membuat bukti cinta di ramadhan ini. Continue sampe selanjutnya. Berusaha semakin dekat dengan-Nya. Berusaha jadi yang lebih baik. Aku mungkin bukan seorang yang sempurna. Yang lemah, yang banyak kesalahan, yang aneh-aneh dsb. Tapi aku tetap seorang yang ingin mendapat cinta sejati. Seperti kamu, seperti orang-orang shalih yang lain.

Ya, ramadhan ini bener-bener bikin deg-deg-an. Bikin penasaran. Bikin takut. Bikin seneng. Bikin ooo.. wes pokoke bikin… uh…

*Semoga Allah memberi barakah-Nya padaku, padamu dan pada saudara-saudara kita yang lain. Memberi hidayah-Nya, memberi yang cinta-Nya, memberi yang terbaik buat kita semua. Semoga aku dan kamu, serta saudara-saudara kita yang lain mendapat pelajaran yang berharga tentang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Semoga aku, kamu, dan saudara-saudara kita yang lain bertemu di surga-Nya, saling bersalaman, saling memberi senyuman abadi, saling berbagi cerita indah di sana.

**sekalian mohon maaf atas setiap khilaf selama ini.aku tahu kok, kalo aku nyebelin, sakkarepe dewe, ngrepotin, jahil, dsb,,^^v

peace ya

Aamiin.

Motor itu Cerminan Hati

“Kalau ingin melihat orang itu berhati bersih atau kotor, cukup liat motornya!” Kata seorang trainer di sebuah workshop. Itulah jawaban trainer tersebut ketika ada yang nyinggung masalah ta’aruf(padahal bukan dauroh pra-nikah, siapa sih pake tanya ga nyambung gitu!).
“aduh,” reflek aku nyeletuk. Sang trainer pun tersenyum. Dalam hati masak iya sih. Motor itu cerminan hati. Motorku kotor, berarti hatiku sekotor motorku dong…T_T
Hal ini cukup mengena dalam hatiku. Masak iya sih, hatiku sekotor motorku*. Banyak alasan yang aku utarakan terhadap diriku mengapa motorku kotor.
1. Aku sibuk, tak sempat nyuci motor.
2. Global Warming membuat cuaca tak menentu, sering hujan dan panas bersamaan. (alasan yang terlalu jauh)
3. Jalanan surabaya cukup banyak jalan yang ga sip. Jadinya berlubang dan meninggalkan genangan air untuk mengotori kendaraan.
4. Di jalanan surabaya, banyak tukang becak membasahi jalan biar ga panas, jadinya kalo kelewat ya kotor motornya.
5. Nyuci motor itu lama. Mending waktunya buat yang lain.
6. Trauma, baru selesai dicuci udah kehujanan dan kotor lagi.
7. Karena sibuk, seringkali capek, jadi mending waktunya buat istirahat.
8. Tidak tahu teknik mencuci yang baik dan benar.
9. Karena tidak tahu cara mencuci yang baik dan benar, ya harus ke tempat pencucian motor, mending duitnya buat beli bensin.
10. males.
Hmm, dari alasan-alasan di atas, saya menjadi lebih mengenal diri saya. Sisi positif dan negatif.
Positifnya, saya masih termasuk golongan yang berpikir.
Negatifnya, saya terlalu banyak berpikir yang ga penting dan terlalu banyak beralasan. Tapi alasan negatif. Saya jadi teringat Bani Israel jamannya Nabi Musa As. T_T. Nauzubillah.
Anehnya sebenarnya saya sadar bahwa alasan di atas tidak dapat saya sendiri terima.
1. Emang sibuk apa seh? Masih sering tidur kok.
2. Tidak seharusnya juga jadi alasan. Global Warming udah terjadi dan semakin parah. Kalo diterus-terusin jadi ga nyuci-nyuci.
3. Perasaan dari dulu begitu.
4. Sekarang malah nyalahin tukang becak! Emang berapa kali sih lewat jalan begitu?
5. Sok SIBUK!!!
6. Alasan ga jelas….
7. Capek kebanyakan tidur kali. Wong masih punya waktu buat bersantai dan tidur, masih sempet maen, masih sempet liat tv, dll, dst, dsb.
8. Halah-halah, beberapa tempat cuci motor nyucinya juga ga bersih deh.
9. Halah-halah…
10. Penyakit yang udah jelas
Hha, alasan-alasan yang saya punya semuanya bisa saya bantai sendiri. Emang kebanyakan alasan. Jadinya malah ga jalan.
Akhirnya karena ga tega liat motor yang parah, dengan segala keterpaksaan aku pun mencuci motorku. Beuh, kotorannya numpuk dan hampir menjadi kerak. Bersihinnya susah dan ribet. Sampe harus mengulang beberapa kali untuk mendapat hasil yang maksimal. Huhu, pegel dewe tanganku. Lecet juga kalo kena kawat-kawat atau bagian motor yang tajam-tajam. Beuh!
Sambil agak mangkel dalam hati, teringat ucapan trainer, “Kalau ingin melihat orang itu berhati bersih atau kotor, cukup liat motornya!” bersambung dengan ucapan mas Tanto (kakak kelas saya) ”yang namanya hati ibarat kaca. Setiap hari kena kotoran. Kalo dibiarkan akan menumpuk, mengerak, dan sulit dibersihkan. Cara membersihkannya adalah dengan selalu membersihkannya ketika mulai terkena kotoran. Sebelum semakin sulit dan menjadi penyakit yang tak tertangani.”
Ow, saya pun menyambungkan dua ucapan orang tersebut. “Motor itu Cerminan Hati. Kalo ga setiap hari dibersihkan ya sulit bersihkannya. Lama-lama jadi tambah kotor, jadi tambah males dicuci, jadi tambah males dinaiki. Dan Akhirnya mengurangi produktifitas, terutama dalam kebaikan.”
Hmm,, ya tapi tetap saja males masih menghinggapi. Akhirnya saya lagi-lagi bikin alasan lagi. Tapi alasan-alasan mengapa saya harus mencuci motor saya.
1. Kamu itu organisator, ga malu ta punya motor kotor? Ga ingat ungkapan “Kebersihan sebagian dari iman?” (bukan hadist kayaknya…)
2. Ga males diomeli ibumu?
3. Kon ga seneng ta ndelok sepedamu resik?
4. Ga isin di delok koncomu?
5. Ga wedi ditiru adikmu?
6. Ga eman sepedamu? Selak neyeng!
7. Ga sungkan diilokno “Kemproh”
8. Ga risih dideloki uwong nang lampu merah?
9. Ga eman duitmu?
10. Kon duduk wong islam ta? Kok males terus….
11. Kon ga beriman ta? Sawangane ga duwe isin… zzz (alasan paling jeru)

Dan, hmm,,, saya memang pintar beralasan…. –“ –a
Ya, selain motor memang cerminan hati, mungkin hikmah lain yang bisa kita(saya) petik adalah, ketika kita(saya) punya SEPULUH alasan untuk tidak melakukan suatu kebaikan, kita(saya) harusnya juga mencari minimal SEBELAS alasan untuk melakukan kebaikan itu…
Wallahu a’lam

Surat Cinta dari PTC untuk TC

Dengarlah para Mujahid dan Mujahidah
Andaikan dakwah bisa tegak dgn seorng diri,
Tak prlu Musa mengajak Harun,
Tak perlu pula Rasulullah mengajak Abu Bakar u/ menemaninya Hijrah..
Meskipun pengemban dakwah itu seorang ‘Alim,Faqih,dan memiliki Azzam yg kuat..
Ttp saja ia manusia lemah & akan slalu m’Butuhkn saudaranya
mskipun saudaranya itu memiliki byk kterbatasan.
(By Someone @sometime)

Memang manusia adalah tempat keterbatasan dan kelemahan

bedany adl ktka org lain meminta,anda memberi.
ktka org lain lengah,anda brsiap siaga.
ktika org lain diam,anda bkrja.
ktka org lain hny bs mnuntut,anda tlh tw ap itu tnggung jwb.
ttp smgt tepati jnji qt kpd Allah
(By Harmi Fitria, 21 Januari 2010, 19:38:24)

Dan,, Tetap berjuang walau jalan ini penuh liku…

Smoga klelahn htimu snantiasa trbsuh dg SABAR
dukamu trurai dg KETABAHAN
airmtamu trusap dg HARAPAN
luka trgantikn dg SENYUMAN..
cz Da ALLAH yg mnya2ngimu..
(By Nuzulida Alfisyahr, 01 Februari 2010, 07:07:35)

INGATLAH!!!

Wahai mujahid2 yg snntiasa b’sbr dlm hdpx
yg nafasx sbuah p’juangn
yg degup jantungx adlh pngorbann
yg snym&marahx utk p’saudaraan krn ALLAH..
Smg ALLAH sll mlndungi kalian
smg klelahn qt mndatangkn kbaikn
krn ssungguhx ad dosa yg tak t’hapuskn dg istighfar
tp mnguap seiring dg mnetesx keringat p’juangn..
(By Someone @ sometime)

Pahamilah!!!

Bahwa Ikhlash adl jiwa dari setiap ‘amal
maka ‘amal tanpa ikhlas bagai jasad tanpa jiwa
amal itu mati & tidak berarti
Dan hidup tanpa keikhlasan lbh buruk dr mati.
(By Someone @ Sometime)

Duhai Adik-adik Teens Club yang Kami Cintai Karena Allah…

Jngn prnh brhenti mengepakkn sayap dg pnh smangat
Biarkn terpaan angin membawa qt t2p tegar
Biarkn jiwa2 pemenng me2nuhi hati
Biarkn jiwa2 sabar jd penyejuk qalb
Ktk s2orng brtny kpdmu ttg smangat
Jwblh bhw bara it msh trsemat dlm dadamu
bhw api it msh brsemayam dlm dirimu
bhw matahari it msh terbit dr hatimu
bhw letupan it siap meledak dlm duniamu..
Katakn it pd mrk
org2 yg ragu akn kmampuan dirimu bhw smgt sll ad pd diri..
Keep fight.. ^,^ AllahuAkbar!!!
PTC to TC (22 Januari 2011,01:13:46)

Misi Lain dari Terpilihnya Bu Sri Mulyani Menjadi Petinggi World Bank

*”Entah ini rahmad atau musibah, yang penting saya berprasangka baik kepada ALLah SWT.”

Adalah kalimat yang disampaikan keluarga muslim yang baik dalam cerita yang disampaikan oleh mas Salim A. Fillah. Kalimat itu disampaikan dalam acara “Surga”, Seminar untuk Putra Bangsa. Kalimat ini menjadi tren sementara dalam kalangan Aktivis Dakwah Sekolah.

Dan mendengar berita diangkatnya Bu Sri Mulyani menjadi Managing Director (bener ga nie tulisannya?- -a), saya teringat kembali dengan kalimat tersebut.

“Entah ini Rahmad atau Musibah, yang penting saya berprasangka baik kepada Allah SWT.”
Mungkin ada yang tidak setuju dengan kepergian Bu Sri Mulyani. Dan saya termasuk di dalamnya. Catat baik- baik.

Ada juga yang bergembira, bangga, bersyukur, dan lain sebagainya. Dan kecuali bangga, saya termasuk di dalamnya. Catat baik-baik lagi ya.

Kenapa saya tidak setuju tapi bergembira dan bersyukur?

Karena saya merasa tekakan yang diberikan kepada Bu Sri Mulyani agak kelewatan. Seolah Bu Sri Mulyani adalah aktris(karena cewek) yang paling bersalah. Tapi kalau menurut saya, yang seharusnya lebih disorot adalah Presidennya. Gimana-gimana kan yang paling bertanggung jawab beliau. Orang dia yang paling tinggi tanggung jawabnya.

Kalo di suatu sekolah ada yang ga lulus, kira-kira yang disalahin siapa? Kepala Sekolah kan?
Kalo di suatu kelas ga bisa diatur, kira-kira yang silahin siapa? Ketua kelas kan?
La kok enak sekali presiden bilang “saya tidak ada sangkut pautnya.” Yah walaupun akhirnya dengan sangat terlambat (pahlawan kesingan, red.) Presiden mengaku bertanggung jawab.

Itu alasan saya merasa berbahagia. Kasihan bu Sri.

La terus? Alasan tidak setujumu itu apa? Apa karena kasus Century?

Bukan. Bukan itu kok. Kasus Century mah ga bakalan selesai. Ga niat gitu kok. Jadi, kalo ada yang teriak-teriak Bu Sri harus tetap di Indonesia untuk menjalani kasus Century, bagi saya itu OMONG KOSONG. Dari Kemarin kemana aja? Kok ga segera diurus? Misbakun yang L/C nya udah jelas2 diakui gagal bayar (dan masih tetap nyicil sampe sekarang), aja udah dipermasalahkan. La kok kasus Intinya terbengkalai? Apa maksudnya itu?

Saya tidak setuju karena hal lain.

Temen-temen tahu fenomena “Brain Drain”?

Yaitu pengambilan orang-orang pintar dari negara berkembang untuk dipekerjakan di negara maju. Tentu saja untuk lebih memajukan negara maju dan mengurangi peluang negara berkembang untuk mengejar mereka.

Bagi saya, Bu Sri Mulyani adalah salah satu putri bangsa yang termasuk hebat. Sayang kalau diberikan orang luar. Karena di Indonesia ini masih banyak yang mesti dikembangkan. Dan Bu Sri akan lebih bermanfaat jika ada di Indonesia. Bukan perkara mudah untuk mencari pengganti Bu Sri yang setara.
Sedangkan jika beliau di Luar, maka saya jadi bertanya-tanya, selain kebanggan, apa yang didapat masyarakat Indonesia?

Apakah dipermudah hutangnya? Atau malah di record off? Saya masih belum bisa menangkap keuntungan yang akan kita dapat. Kecuali kita kehilangan salah satu orang yang berjasa dalam membangun perekonomian Indonesia, dengan segala kelebihan dan kekurangannya dan rahmad Allah SWT tentunya.

Saya pikir, manfaat yang kita dapat lebih kecil dari yang kita hilangkan…
Entahlah. Yang pasti semoga sukses Bu Sri…
Wallahu’alam Bish Showab..

”Entah ini rahmad atau musibah, yang penting saya berprasangka baik kepada ALLah SWT.”

Semua Teroris Itu Muslim..Kecuali Yang 99.6%

EROPA (SuaraMedia News) – Islamofobia telah mempopulerkan istilah “tidak semua Muslim itu teroris, tapi (hampir) semua teroris itu Muslim.” terlepas dari ide ini menjadi aksioma di beberapa lingkungan, hal ini sungguh tidak faktual. Dalam artikel berjudul “Semua teroris itu muslim… kecuali 94% saja yang bukan”, catatan resmi FBI menunjukkan bahwa hanya 6% saja dari serangan teroris di tanah Amerika Serikat dari tahun 1980 hingga 2005 dilakukan oleh ekstrimis Muslim. Sisanya yang 94% itu berasal dari kelompok lain (42% orang Latin, 24% dari kelompok sayap kiri, 7% dari ekstrimis Yahudi, 5% dari komunis, dan 16% dari kelompok yang lain lagi).

Tapi bagaimana dengan yang melewati kolam? Data yang dikumpulkan Europol menguatkan argumen tersebut. (hat tip: Koppe) Europol mengumumkan laporan tahunan berjudul Situasi Terorisme EU dan Laporan Tren. Pada situs resmi mereka, dibeberkan laporan dari tahun 2007, 2008, dan 2009.

Hasil tersebut adalah yang sebenarnya, dan membuktikan dengan jelas bahwa tidak semua teroris adalah Muslim. Pada kenyataannya, 99,6% serangan teroris di Eropa dilakukan oleh kelompok non-Muslim; 84,8% serangan dilakukan kelompok separatis yang sepenuhnya tidak berhubungan dengan Islam. Kelompok sayap kiri dilaporkan 16 kali lebih banyak melakukan terorisme dibanding kelompok Islam radikal. Hanya sekecil 0,4% serangan teroris dari tahun 2007 sampai 2009 yang bisa dihubungkan dengan ekstrimis Muslim.

Berdasarkan laporan tersebut, ada satu “serangan Islam” di Inggris tahun 2008, yang dihilangkan dari tabel. Serangan itu dimasukkan dalam grafik mereka.

Cukup dengan melihat sekilas pada tabel-tabel tersebut sudah cukup untuk tahu betapa anehnya mengatakan bahwa “semua teroris itu Muslim.”

Pada laporan tahun 2009 Europol, halaman 7, disimpulkan:

“Terorisme Islam masih dipersepsikan sebagai ancaman terbesar di dunia, meskipun fakta menunjukkan bahwa Uni Eropa hanya menghadapi satu serangan teroris Islam di tahun 2008. Serangan bom yang terjadi di Inggris… terorisme separatis masih menjadi area terorisme yang mempengaruhi hampir seluruh Uni Eropa.

Hal ini termasuk separatis Basque di Spanyol dan Prancis, dan terorisme Korsika di Perancis… Kontak yang lalu antara ETA dan FARC mengilustrasikan fakta bahwa organisasi terorisme separatis juga mencari rekan kerjasama di luar Uni Eropa berdasarkan kesamaan minat.

Di Inggris, kelompok republikan Irlandia yang tidak sepakat, pada prinsipnya RIRA dan CIRA, serta kelompok perlemen lainnya mungkin melanjutkan untuk bergabung dalam kejahatan dan kekerasan.

Persepsi bukan kenyataan berdasarkan pengaruh dan propaganda sayap kanan, orang secara salah berpikir bahwa terorisme Islam adalah ancaman terbesar bagi dunia Barat. Bahkan merupakan kepercayaan yang umum dipegang bahwa terorisme Islam merupakan ancaman eksistensial – bahwa kelangsungan hidup dunia Barat dipertaruhkan.

Tentu saja, kenyataannya adalah ada kelompok-kelompok lain yang terlibat dalam terorisme dalam skala yang lebih besar, walaupun insiden terorisme ini diremehkan. Aksi terorisme yang dilakukan oleh Muslim secara bertujuan disensasionalkan dan difokuskan untuk, memuncakkan ide bahwa “(hampir) semua teroris itu Muslim.”

Terorisme dari ekstrimis Islam tentunya perlu diperhatikan, tapi tidak perlu menjadi persoalan yang menciptakan histeria massa, atau diijinkan menjadi persoalan kritis yang membuat kita rela mengorbankan hak ideal atau hak sipil kita untuk takut terhadapnya.

Bukan juga berarti kita harus turun pada status absolut sissitude. Kami telah menganalisa data dari Amerika hingga Eropa (sebuah porsi yang baik dari seluruh dunia Barat), dan ancaman terorisme Islam lebih sedikit dari yang banyak diasumsikan umum, di Amerika Serikat, terhitung ada 6% serangan teroris, dan di Eropa bahkan tidak sampai setengah persen.

Hanya melalui sensasionalisme dan penjualan rasa takut bahwa topik terorisme Islam diijinkan untuk mempersetan sebuah komunitas agama minoritas di Barat. Ketika dihadapkan dengan suatu kegilaan seperti ini, kita seharusnya merespon dengan fakta dan kebenaran. (raz/loo) www.suaramedia.com

Teruntuk Saudaraku : Pelayaran Penuh Kenangan dan Tantangan

Masih terekam dalam memori
Begitu menyenangkan saat kebersamaan ini
Terbingkai rapi dalam Ukhuwah Islami
Banyak laut tlah terarungi
Luasnya samudra seakan tak berarti
Tak peduli betapa besar gelombang
Tak peduli karang mengancam
Bersama menuju satu cita
Saling berpegang kedua tangan merapatkan barisan

Begitu banyak kisah indah terukir di antara kita
Terpahat kuat dalam jiwa
Walau banyak juga badai yang silih berganti menerjang
Walau hujan air mata berlinangan
Tetap saja ada sebuah tawa yang menghapus duka lara
Biar keputus asaan sesaat datang
Tetap saja sesaat berikutnya adalah bara semangat dalam dada
Walau sempat pisau merobek jantung kita
Seketika juga terjahit oleh cinta yang terpahat dalam hati dan jiwa

Kenangan ini tak akan terlupakan
Pahit dan manis adalah keasyikan yang tak dapat terurai kata-kata
Banyak sudah waktu yang kita habiskan
Bersama dalam jihad tuk satu tujuan
Hanya Allah yang kita tuju..
Just For Allah We Do everything

Wahai saudaraku dalam keluarga Dakwah Islam
Maafkanlah aku atas segala khilaf dan kesalahanku
Maafkanlah aku selama ini
Yang banyak salah
Yang besar egonya
Terkadang berlinang air mata ini mengingat kebersamaan indah kita semua
Walau sejuta senyuman juga mengiringi kenangan ini

Ku hanya ingin kita sempat meluangkan waktu
Sesaat tuk menguatkan kebersamaan hati kita
Tuk perbaiki kesalahan di masa lalu
Agar hilang segala ganjalan di hati
Berganti dengan rasa cinta yang abadi.aamiin

Run Away from The Problem

Lari dari masalah… Ini adalah sebuah kebiasaan buruk saya. Kebiasaan buruk yang selalu terulang. Terutama ketika menghadapi masalah yang besar dan bertumpuk. Lari dari satu masalah ke masalah yang lain. Benar-benar seperti pengecut. Padahal tetap saja masalah itu tidak akan hilang. Kecuali saya menghadapinya! Kecuali jika saya punya keberanian untuk mengubah diri dan percaya bahwa saya mampu mengatasinya.

Saya orang yang suka mencari masalah, lalu lari dari darinya. Hal ini baru saya sadari baru-baru ini. Ternyata saya orang yang masih mudah berputus asa. Saya berputus asa, sebelum saya berusaha secara maksimal. Bukan begitu seharusnya. Bukan seperti ini cara yang benar menjadi manusia. Bukan begini jika ingin menjadi kuat. Bukan begini sikap yang benar menjadi seorang muslim.

Mulai saat ini, saya harus berubah. Mungkin memang menyakitkan. Tapi saya tak ingin terus-menerus menjadi pengecut. Saya harus berubah, menjadi lebih berani. Menjadi lebih kuat sebelumnya. Karena hanya itu satu-satunya cara menjadi dewasa. Menjadi kuat. Dan menjadikan diri ini pantas untuk Menggemgam Dunia.

Bismillah… semoga Allah memberi kemudahan.. aamiin

Suksesnya “Hidden Agenda” Facebook

setelah lama ndak nulis langsung copas… capek deh,,, tapi ga papa lah… soalnya ini berita..

PREDIKSI dan kekhawatiran saya tentang “hidden agenda” Facebook yang saya tuangkan dalam posting “Waspadai Hidden Agenda Facebook” terbukti. Facebook mematikan penulis.

Kompas.com (5/2) memberitakan, Facebook ternyata telah mengubah banyak hal. Tidak saja soal model pergaulan, tapi juga kegemaran para remaja untuk menulis. Selama tiga tahun terakhir, kecanduan remaja akan Facebook membuat minat untuk menulis jurnal atau blog turun.

Sebuah studi baru yang dirilis Pew Internet dan American Life pekan ini menunjukkan, hanya 14 persen dari remaja yang menggunakan internet mengatakan mereka terus menulis jurnal online atau blog. Angka ini turun hampir separo dibandingkan dengan puncaknya pada tahun 2006 yakni di kisaran 28 dan hanya 8 persen menggunakan Twitter.

“Itu sedikit mengejutkan, walaupun ada penjelasan soal teknologi tersebut,” kata peneliti Pew, Aaron Smith kepada Reuters. Survei dilakukan dengan mewawancarai 800 responden usia 12 sampai 17 tahun. Survei digelar dari Juni-September 2009. Smith mengatakan, menurunnya tulisan-tulisan di blog karena terjadi ledakan pada situs jaringan sosial seperti Facebook yang menekankan pembaruan status pendek atas pribadi.

Menurut studi itu, 73 persen dari remaja yang sedang online menggunakan situs jejaring sosial. Dia juga mengutip banyak remaja melakukan hal itu dengan ponsel di mana-mana. Komunikasi antara orang-orang muda terjadi pada perangkat ponsel, bukan lagi dalam bentuk tulisan yang panjang. “Itu agak menarik dalam arti remaja cenderung menjadi pengadopsi awal, “kata Smith.

Menurut Pew, blogging di kalangan orang dewasa telah dilakukan sejak 2005, tetapi di kalangan pengguna internet antara usia dari 18 dan 29 tahun jumlahnya menurun, sementara bagi yang berusia 30 tahun cenderung naik. “Orang-orang tua menjadi lebih nyaman dengan lingkungan online, sementara anak-anak muda telah pindah ke jejaring sosial dan pesan teks,” kata Smith.

JANGAN sampai deh, kekhawatiran saya yang lain, tertuang dalam posting berjudul “Facebook Bisa Akibatkan Stroke dan Pikun”, juga terbukti. Saya berharap, para Facebooker bisa menahan diri untuk tidak terlalu “keranjingan” FB. Selain punya akun FB, coba deh ngeblog dan fungsikan otak kiri.

Mari fungsikan FB sebagai medium silaturahmi sekaligus ajang promosi tulisan-tulisan kita di blog. Saya juga punya akun FB. Dua malah. Namun, saya tidak berhenti ngeblog, bahkan kini mengelola lebih dari lima blog (website) organisasi. (Maaf, tidak bermaksud takabur. Na’udzubillah…).

Yuk, menulis… menuangkan ide dan gagasan, mengubah dunia dengan kata, merekam peristiwa, memotret fenomena, dan menjadi “penulis sejarah”. Kata Oscar Wilde: “Anybody can make history. Only a great man can write it.” Let’s be Great Man dan da’wah bil qolam. Wasalam. (www.romeltea.com, milis uswah.org).*

Sekian Lama Vakum dari Menulis

Terakhir melihat jumlah pengunjung sekitar 100-an. Eh tapi setelah ditinggal selama kurang lebih 1 bulanan, la kok nambah jadi 500-an. Subhanallah.
Mohon maaf belum sempat up date. Soalnya internet di rumah lagi mati.
Setelah hidup lagi, rasanya menyenangkan sekali,,,

Next Page »


Terima Kasih Kepada

  • 1,590 Orang Yang Mampir

My Self


Abdullah Hakim Adli. Itu nama saya. Sementara sekian. Karena saya masih dalam proses mengenal diri saya sendiri. Mungkin saja anda bisa membantu.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.